Contoh Kumpulan Puisi Keren dan Penuh Makna

Sumber: Dokumen Pribadi
Antara Aku Dan Kamu
Puisi Sesmi Permatasari

Antara aku dan kamu

Mempunyai janji yang sama
Janji akan saling melengkapi satu sama lain
Kekuranganku,juga kekuranganmu
Kelebihanku,juga kelebihanmu

Antara aku dan kamu
Saling menggoreskan rasa
Menuju halal yang kita mimpikan
Kamu yang selalu menunda waktu
Aku yang selalu mendesak waktu

Antara aku dan kamu
Aku yang selalu meneteskan air mata oleh sikapmu
Kamu yang selalu diam terhadap sikapku..
Aku Bingung
Bingung dengan perjalanan seperti  jilangkung
Datang ketika aku memanggil
Dan pergi tanpa alasan yang aku tau

Antara aku dan kamu
Seperti dedaun yang terlena oleh angin
Angin yang selalu berusaha untuk menjatuhkanmu
Aku ranting yang selalu kuat untuk menggenggammu
Tapi kenapa aku dan kamu selalu mempunyai perselisihan yang begitu berat untuk mengalah..

Antara aku dan kamu
Memang jauh perbedaan
Mimpi-mimpi antara aku dan kamu..
Sudah sirna di terjang oleh waktu

Sumber:https://pixabay.com/id/illustrations/batu-dorongan-mengatasi-kendala-2127669/ 
 
Kenyataan Hidup
Puisi Aprilia M. Tayanan

Ale bilang kalo mati katong seng bisa biking apa-apa    
Ale bilang kalo mati seng dapa apa-apa
Tapi, beta bilang mati bukan berarti semua selesai

Yang mati di sini bukan jiwa
Yang mati di sini bukan beta di liang kubur
Tapi, mati yang beta bilang adalah mati dalam menjalani hidup

Memang hidup yang beta jalani su lia akang su mati
Tapi beta seng mau hidup dalam kematian
Yang bikin beta seng bisa bikin apa-apa

Maka beta bilang, beta akan berjuang supaya beta hidup jang mati
Memang lihat akang su mati sampe bikin beta mati gaya
Tapi bukan berarti bikin beta hidup seng pung arti

Maka, beta bilang s’kali lagi beta akan berjuang
Kadang jalan hidup buat beta sampe seng ada semangat hidup
Tapi itu bukan pilihan lah bikin samua selesai

Jang lupa katong seng sandiri par jalani hidup
Ada papa deng mama pung doa
Ada Tuhan yang selalu jaga katong

Maka itu akang menjadi alas par katong jalani hidup
Jang mati karna kenyataan hidup
Tapi tetap tumbuh walau itu katong pung jalan hidup

Sumber: Pixabay.com

Ketika Rumput Tak Lagi bergoyang
 Karya Hendra Rusdi Wattimena

Ratapan terdengar dari sudut-sudut kota
bersahut-sahutan dengan suara gagak
yang asik terbang menghiasi langit
air mata mengalir deras, membanjiri perempatan jalan
kota yang ramai seakan sunyi seketika

Di halte hanya ada seorang perempuan tua
duduk melamun, menatap langit penuh awan
menghitung tiap gerimis yang jatuh satu-satu
satu persatu bertambah satu, dan terus bertambah
menambah angka-angka, yang bukan sembarang angka

Semakin banyak gerimsi yang jatuh
semakin takut perempuan tua itu
matanya kemudian menuju tumpukan batu
batu yang bukan sebarang batu
batu bertuliskan nama-nama orang tak dikenal
lengkap dengan tanggal lahir dan tanggal kapan dia mati

Kemudian terlihat rumput-rumput hijau
bersembunyi diantara batu-batu besar
tak mau ditiup angin, mereka malas bergoyang
karena suda terlalu banyak orang yang bertanya
kapan pandemi ini berakhir?

Makariki, 23 Desember 2020

 

Sumber: istockphoto

Di Sudut Kota Ada Harapan
Karya Salma Lesilawang
 
Hembusan angin sepoih mulai menerpa wajah ku
Bahkan deruan tangis mulai merasuk di jiwa
Air mata langit membasahi pipi
Akankah jerit tangis ku akan terdengar?
Rupanya aku sedang rindu keluarga ku

Di sudut kota ini …
Selalu ku cari bekas tawa yang tertinggal
Hidupku sekarang seperti ayam yang kehilangan induk
Tidak tau mau kemana tanpa ada arah dan tujuan yang jelas
Bahkan tak tau kemana aku harus berlindung

Ku telusuri setiap sudut di kota ini Berharap rindu ini terobati
Terkadang Ketika letih sedang menyapaku
Hanya dengan sekali mengingat kenangan
Semuanya seakan akan
Kembali normal tanpa ada rasa letih lagi
Semakin ku melangkah semakin ku merindu

Dari sini mulai ku temukan jawaban
Bahwa hidupku sekarang ada harapan keluarga yang harus ku penuhi
Tertulis pinta dalam secarik kertas
Tentang harapan yang belum terwujud
Kata demi kata terangkai indah
Jika diri ini belum mampu untuk mewudkan harapan
Ku tulis puisi ini sebagai pengingat

 

 

Sumber: Pixabay.com

Doa di Malam Natal
Karya Hendra Rusdi Wattimena

Bunyi petasan sedikit menghiasai malam ini
bunyi-bunyi itu bersahut-sahutan seketika berhenti sejenak
disaat bunyi lonceng berbunyi
tiga kali bunyi lonceng gereja terdengar
semua yang sibuk di luar rumah berhenti sejenak

Pukul duabelas kosong-kosong
jalana raya begitu kosong
semua orang duduk diam dalam rumah

Ayah, Ibu dan Anak-anak duduk manis melingkar
mengangkat satu dua lagu pujian
“malam kudus.. sunyi senyap”
setelah itu Ayah berdiri
memberi sedikit nasehat, lalu menaikan doa-doa kepada ilahi
ucapan syukur dan selamat natal
setelah itu saling berpelukan

bermaaf-maafan
semua itu sudah jadi tradisi
turun temurun

Natal kali ini masih sama
dirumah-rumah masih tercium bau kue natal
walau tak sesedap tahun sebelumnya
pohon-pohon natal masih ada di dalam rumah
walalu tak seindah pohon natal tahun lalu
orang-orang masih saling bermaaf-maafan
adik-kaka, sanak-saudara saling menangisi
yang bertengkar suda baikan
walau setelah itu masih saja berbuat ulah

Natal kali ini masih sama
pesta pora dengan minuman keras
mabuk-mabukan sana-sini

Natal kali ini masih sama
jadi ajang pamer-pameran baju baru
jadi ajang pamer-pameran rabut lurus
jadi ajang bertobat untuk jadi orang kudus
setelah itu berbuat dosa terus

Natal kali ini masih sama
berdoa,bernyanyi berkumpul bersama keluarga
tapi disetiap rumah doa-doa yang dipanjatkan terdengar  hampir sama
semoga tahun depan corona akan segera berakhir

Rumah Tiga, 06 November 2020 


Sumber:  Pixabay
Surat Kecil untuk Tuhan Lewat Sajadah Cinta
Karya Salma Lesilawang

Tuhan...
Andaikan pintaku bisa kau wujudkan
Aku ingin tidak ada kesusahan dan kesulitan dalam hidupku

Tuhan...
Andai kata aku bisa dapat berbicara dengan mu secara langsung
Aku tidak ingin hidupku di penuhi dengan balutan luka
Sungguh aku sudah dapat merasakan

Begitu banyak bayangan duka yang mulai menghantuiku
Betapa takutnya aku
Ketika aku akan kehilangan sosok yang sangat berarti di hidupku
Dialah, sosok yang memberikan pancaran kasih sayang untuk
ku Yaitu sang pelindung terbaik ku, ayah...

Tuhan..
Bisakah aku menuliskan surat kecil untukmu?
yang hanya bisa ku berikan kepadamu lewat hamparan sajadah cinta
Aku sadar, tidak bisa bertemu denganmu secara langsung.
Karena Itu aku ingin menuliskan semua yang ku rasakan
Melalui hamparan surat yang ku kirimkan lewat sajadah cintaku
Tuhan...

Aku hanya ingin pintaku bisa terwujud lewat surat kecil ini
Kesembuhan dan kesehatan terbaik untuk sang pelindung terbaik ku
Aku tidak ingin kehilangan sosok yang sangat ku butuhkan di hidupku
Lantas, bagaimana aku bisa hidup tenang dan damai?
Ketika keresahan mulai merajalela di samping ku, bahwa aku akan kehilangan pelindung ku

Tuhan....
Andai kata aku punya kekuatan untuk melawan takdir
Tak akan ku biarkan seseorang pun dapat menyakiti pelindung ku
Aku tidak akan pernah meninggalkan pelindung ku dalam kesendirian
Aku akan selalu ada untuk melindungi pelindung ku Tuhan....
Ku mohon, aku hanya ingin kesempurnaan kesehatan untuk pelindung ku Ayah...

Sudut Plambon
Sudut Plambon Media mahasiswa yang fokus membagikan artikel seputar dunia mahasiswa dan juga berita terkini

Posting Komentar untuk "Contoh Kumpulan Puisi Keren dan Penuh Makna"