Sibuk Organisasi Tapi Lulus Kuliah Tepat Waktu, Bagaimana Bisa?


Mahasiswa yang sibuk dengan kegiatan organisasi, atau biasa disebut sebagai si paling organisasi, adalah mereka yang datang ke kampus bukan hanya sebagai mahasiswa kuliah-pulang-kuliah-pulang alias mahasiswa kupu-kupu. Mereka adalah individu yang sangat aktif dengan jadwal padat, mengurus kegiatan organisasi di kampus.


Secara skill, tentu berbeda antara mereka yang aktif berorganisasi dengan mahasiswa yang hanya kupu-kupu. Misalnya, mahasiswa yang aktif berorganisasi memiliki banyak relasi, kemampuan kepemimpinannya teruji, public speakingnya bagus, serta memiliki sederet soft skill lainnya yang tentu tidak bisa kalian dapatkan di ruang kelas.


Akan tetapi, ada semacam stereotip buruk untuk anak-anak organisasi di kampus. Mereka sering dicap hanya sebagai mahasiswa abadi. Nilai akademik mereka biasanya bermasalah karena lebih banyak memilih absen untuk ikut kegiatan organisasi ketimbang belajar di kelas. Selain itu, skripsi terbengkalai karena sibuk mengurus kegiatan organisasi. Ini tentu menjadi stereotip yang buruk, mencoreng citra anak organisasi di kampus.


Sibuk dengan Organisasi, Tetapi Tetap Mengukir Prestasi

Awal kuliah di tahun 2019, saya tentu dibayangi dengan kata “Mahasiswa Abadi”, apalagi berstatus sebagai mahasiswa teknik. Antara mahasiswa abadi dan mahasiswa teknik seakan selalu melekat, karena memang kebanyakan mahasiswa teknik dikenal sebagai mahasiswa abadi, kata senior-senior di kampusku waktu itu.


Ketakutan ini kemudian membuatku apatis untuk sibuk berorganisasi dan mengikuti berbagai kegiatan di luar kegiatan perkuliahan. Rutinitas ku tiap hari hanya berangkat dari kosan, terus pergi ke kampus, begitu seterusnya hingga semester satu selesai.


Akan tetapi, rutinitas semacam ini membuatku bosan. Akhirnya, aku memutuskan keluar dari zona nyamanku untuk bisa melangkah menjadi orang yang proaktif. Bagi ku, bodoh amat dengan omongan teman, kakak tingkat, dan orang-orang terdekatku yang selalu menghantui pikiranku dengan bayangan mahasiswa abadi. Bagi mereka, jika terlalu sibuk berorganisasi dan mengikuti kegiatan di luar nantinya bisa menghambat proses kelulusan.


Sudahlah, bagiku harus keluar dari zona nyaman untuk bisa berkarya sesuai dengan kata hatiku. Aku kemudian mulai mencari komunitas dan organisasi dengan tujuan untuk mulai mengembangkan diriku. Berbagai organisasi ku ikuti, segala kompetisi dan kegiatan aku ikuti, membuatku kemudian dikenal sebagai si paling ambis di kampus oleh rekan-rekanku.


Walau mereka sering kali memperingatiku kalau terlalu aktif dengan kegiatan di luar akan menghambat proses studyku, namun aku tak peduli. Berjalannya waktu dengan jejak dan portofolio yang aku miliki, mulai dari menjuarai berbagai kompetisi Esai, LKTI, PKM, Mahasiswa Berprestasi, penulisan puisi hingga kompetisi kepenulisan lainnya, dan memiliki berbagai pengalaman mengikuti kegiatan organisasi, aku kemudian memberanikan diri bertarung menjadi orang nomor satu di Fakultasku untuk merebut posisi ketua dewan perwakilan mahasiswa.


Melalui proses yang panjang, akhirnya aku dipercayakan memegang kendali sebagai Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa atau biasa dikenal sebagai senat mahasiswa. Tentu saja ini merupakan tanggung jawab yang berat, namun aku berusaha untuk menunjukkan kemampuan yang aku miliki agar dapat lebih meningkatkan kualitas mahasiswa di kampusku.

Satu tahun menjabat sebagai Ketua DPMF, aku berhasil membuat berbagai kegiatan dalam upaya peningkatan kualitas mahasiswa serta aktif menyuarakan aspirasi mahasiswa. Di akhir masa jabatanku, berbagai pencapaian luar biasa diraih, hingga organisasi DPMF kami bisa lolos pada ajang bergengsi kegiatan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa di tahun pendanaan 2023 dengan total pendanaan hampir 40 juta.

Di akhir masa jabatanku juga, aku berhasil menyelesaikan ujian sarjanaku tepat waktu, walau berbagai kesibukan yang aku punya. Namun, tidak menyurutkan niatku untuk terus berkarya. Lantas, apa yang membuatku sehingga bisa mengatur waktu sehingga tetap fokus pada organisasi dan menyelesaikan studi tepat waktu?


Pertama, aku selalu memfokuskan diri pada kegiatan perkuliahan. Bagiku, seberapa pun sibuknya kegiatan organisasi, kuliah adalah prioritas utama.


Sebelum memulai kegiatan di organisasi, aku harus pastikan semua tugas dan materi yang diberikan oleh dosen telah aku selesaikan. Setelah itu, aku juga selalu memposisikan kegiatan perkuliahan nomor satu dalam list aktivitasku. Kegiatan organisasi akan aku sisipkan pada waktu-waktu senggang, misalnya di sore hari setelah kuliah atau pada hari Sabtu dan Minggu.


Kedua, aku selalu berusaha merencanakan segala sesuatu dengan baik. Mengatur waktu hingga rencana kegiatan dalam satu minggu, satu bulan hingga beberapa tahun ke depan dengan menetapkan target-target yang harus aku capai.


Apapun yang terjadi, jika target yang sudah aku tetapkan itu harus aku kejar dan capai. Begitulah yang aku lakukan setiap kali.


Ketiga, menanamkan rasa motivasi yang tinggi untuk diri sendiri. Bagiku, tidak ada orang lain yang bisa memotivasi dirimu sendiri. Motivasi harus tumbuh dari dirimu.


Jika ingin menjadi orang yang hanya diam di tempat, lantas kapan akan maju? Bagiku, pintar saja tidak cukup, maka dari itu aku selalu menyibukkan diriku lewat kegiatan organisasi karena di sana aku dapat memahami berbagai karakter manusia.

Sudut Plambon
Sudut Plambon Media mahasiswa yang fokus membagikan artikel seputar dunia mahasiswa dan juga berita terkini

Posting Komentar untuk "Sibuk Organisasi Tapi Lulus Kuliah Tepat Waktu, Bagaimana Bisa?"