Maraknya Caleg Pasang Spanduk di Pohon Sepanjang Ruas Jalan Depan Rektorat Unpatti


Sumber: Istimewa

SUDUTPLAMBON.COM-Ada yang begitu mengganggu pandangan kita saat berjalan menyusuri ruas Jalan Ir. M. Putuhena, tepatnya di depan Rektorat Universitas Pattimura. Pohon-pohon pelindung yang biasanya terlihat indah dan asri di sepanjang pembatas jalan terlihat tercemar oleh ratusan spanduk caleg yang terpasang, mulai dari ukuran paling kecil hingga yang paling besar (1/12/2023). 

Pohon pelindung seakan beralih fungsi menjadi media periklanan bagi para caleg yang tidak tahu diri. Terlihat caleg dari kota Ambon, provinsi, DPR RI hingga senator DPD RI terpaku pada setiap pohon.

Pemasangan spanduk atau alat peraga kampanye (APK) seperti ini tentu sangat mengancam dan merusak kehidupan pohon pelindung yang ada, lantaran spanduk dipasang dengan cara dipaku pada batang pohon. 


Jika dilihat pada satu pohon, terdapat lebih dari dua spanduk caleg yang terpasang. Tentunya jumlah paku yang ditanam pun lebih dari satu dengan ukuran yang besar agar spanduk para caleg dapat tertancap kokoh pada pohon untuk waktu yang lama.

Jika pohon-pohon itu bisa bicara, mungkin mereka sudah berteriak dan menangis, "Ado mama ee, jang paku beta macam bagini."

Sumber: Istimewa

Seharusnya sebelum para caleg menyuruh para tim sukses atau orang suruhan mereka untuk memasang spanduk, sudah sebaiknya diberi tahu tempat mana saja yang boleh dan tidak boleh dipasangi alat peraga kampanye, atau apakah para caleg ini tidak tahu aturan?

Dari persoalan kecil seperti ini saja, mereka tidak peduli bagaimana mereka mau mengurus dan memperjuangkan hal-hal besar. Mereka yang diharapkan hadir untuk memperbaiki sesuatu bagi masyarakat malah tidak seperti yang diharapkan. 

Bukan malah meraih simpati publik, melainkan cara seperti ini malah merusak fasilitas publik. Sebagai masyarakat, kita sudah seharusnya ikut prihatin dengan kondisi seperti ini. Jika kita tidak dapat menegur secara langsung, setidaknya kita bisa menghukum mereka dengan cara melihat dan mengenali spanduk serta caleg yang spanduknya tertancap di pohon, lalu tidak memilih mereka saat pencoblosan nantinya.

Sumber: Istimewa

Diharapkan pihak berwenang dapat turun tangan dan membersihkan spanduk-spanduk yang ada. Pelarangan pemasangan alat peraga kampanye di sejumlah fasilitas diatur dalam Pasal 70 ayat (1) PKPU 15 Tahun 2023 tentang Kampanye. 

Oleh karena itu, para calon legislator seharusnya tidak boleh memaku atau mengikat spanduk mereka di pohon. Mereka diharuskan membuat tiang sendiri untuk memasang alat kampanye tersebut, sesuai dengan aturan yang berlaku.

Sudut Plambon
Sudut Plambon Media mahasiswa yang fokus membagikan artikel seputar dunia mahasiswa dan juga berita terkini

Posting Komentar untuk "Maraknya Caleg Pasang Spanduk di Pohon Sepanjang Ruas Jalan Depan Rektorat Unpatti"