Nyatanya KIP-K Lebih Unggul dari Program Satu Keluarga Miskin Satu Sarjana

(Foto: Tim Media Ganjar) 

SUDUTPLAMBON.COM-Perlu kita akui, dengan pendidikan yang merata dan berkualitas, tujuan Indonesia Emas 2045 dapat terwujud. Maka dari itu, tak heran jika saat ini para calon presiden yang akan bertarung pada Pilpres 2024 berbondong-bondong menggagas terkait program pendidikan.


Salah satu yang menarik untuk diulas programnya yakni Capres nomor urut 3 Ganjar-Mafud. Program terkait pendidikan yang ditawarkan oleh Ganjar-Mafud yakni program satu keluarga miskin satu sarjana. Dilansir dari ganjarpranowo.com, lahirnya program ini lantaran Ganjar menganggap negara ini akan maju jika keluarga miskin dapat harapan hidup yang lebih baik. Maka dari itu, ia merasa perlu adanya satu orang pada setiap keluarga miskin untuk dapat bersekolah hingga perguruan tinggi.


"Kalau kemudian nasib orang Indonesia dari keluarga miskin akan lebih baik. Maka, satu keluarga miskin kita cari satu anak yang kita sekolahkan sampai sarjana, agar bisa merubah nasib keluarganya," tutur Ganjar saat menghadiri acara Teman Cerita Festival di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Kamis (21/12/2023).


Bagi saya pribadi, program yang diusung paslon tiga ini bukan malah lebih meningkat dari program presiden sebelumnya Jokowi, malah kualitas programnya menurun. Bukan hanya ini, program ini sama sekali tidak pro terhadap keluarga miskin.


Kenapa demikian?



Pertanyaannya, kenapa nama program Ganjar harus demikian? Satu keluarga miskin satu sarjana? Kenapa tidak lebih?


Dari nama programnya saja, seakan sudah membatasi untuk satu keluarga miskin hanya cukup satu orang dalam keluarganya yang harus sarjana. Atau mungkin maksudnya minimal satu orang dalam keluarga miskin harus sarjana, akan tetapi program ini bagi saya tidak begitu menarik sama sekali dibandingkan dengan program Kartu Indonesia Kuliah (KIP Kuliah) yang saat ini telah membantu ribuan anak kurang mampu untuk berkuliah.

Seharusnya, KIP Kuliah dilanjutkan. Semua Mahasiswa penerima KIP Kuliah pasti sepakat kalau program KIP Kuliah dari presiden Jokowi perlu dilanjutkan ke depan. Siapapun presidenya, program ini perlu dilanjutkan dan diperbaiki regulasinya. Dibandingkan dengan program Ganjar satu keluarga miskin satu sarjana, program KIP kuliah justru memiliki banyak sekali keunggulan.


Beberapa teman saya yang berasal dari keluarga tidak mampu yang kehidupannya pas-pasan dengan program KIP Kuliah ini dalam satu keluarganya mereka bisa lebih dari beberapa orang yang mampu menempuh pendidikan tinggi. Jadi, KIP Kuliah telah terbukti dan menjamin berapapun anak dalam keluarga miskin yang ingin melanjutkan perguruan tinggi bisa diwujudkan mimpinya.


Program KIP Kuliah ini sebelumnya dikenal dengan Beasiswa Bidik Misi yang kemudian pada tahun 2020 berganti nama. Tentu program ini sudah banyak mencetak sarjana dalam keluarga miskin yang begitu banyak. Menariknya, program KIP diberikan berkelanjutan mulai dari SD, SMP, hingga perguruan tinggi. Ini tentu sangat membantu keluarga miskin untuk mendapatkan akses pendidikan bagi anak-anak mereka.


Lantas yang menjadi persoalannya sekarang adalah regulasi dari program KIP Kuliah perlu diperbaiki agar lebih tepat sasaran untuk mereka yang benar-benar miskin, dengan begitu akan lebih banyak lagi anak-anak dari keluarga miskin dapat mendapatkan gelar sarjana.


Selain itu, program KIP Kuliah perlu ditambah biaya hidupnya, salah satunya dengan menyediakan fasilitas tempat tinggal gratis berupa asrama. Karena pengeluaran terbesar dari anak kuliah yang merantau adalah biaya tempat tinggal. Jika KIP Kuliah menyediakan asrama bagi mereka yang tidak mampu, maka ini akan lebih membantu.


Bukan hanya itu, yang lebih penting adalah penerima KIP Kuliah bukan hanya diberi biaya kuliah hingga menyelesaikan jenjang Sarjananya, akan tetapi peningkatan skill untuk siap kerja perlu dimantapkan selama masih kuliah. Terakhir yang paling penting, penerima KIP Kuliah setelah lulus harus sudah disediakan lapangan kerja oleh pemerintah. Dengan begitu, tujuan pemerintah untuk mengurangi kemiskinan lewat pendidikan bisa diatasi karena setelah lulus menjadi sarjana tidak susah-susah lagi mencari kerja.


Jadi, kesimpulannya, program satu keluarga miskin satu sarjana yang digagas oleh Ganjar-Mafud terkesan hanya keren di namanya, namun nyatanya ada program presiden Jokowi yakni KIP Kuliah yang lebih bagus dan telah terbukti. Tinggal bagaimana mau tidak untuk melanjutkan program KIP Kuliah, bukan malah membuat program baru yang nyatanya manfaatnya tidak sebagus seperti program presiden sebelumnya.


Sudah tentu jika Ganjar-Mafud terpilih program sebagus KIP Kuliah bakal dihapus dan digantikan dengan program mereka yang nyatanya lebih bagusan program KIP Kuliah. 

Sudut Plambon
Sudut Plambon Media mahasiswa yang fokus membagikan artikel seputar dunia mahasiswa dan juga berita terkini

Posting Komentar untuk "Nyatanya KIP-K Lebih Unggul dari Program Satu Keluarga Miskin Satu Sarjana "